Siang tadi saat di dapur saya dikejutkan oleh suara pintu dibanting. Bergegas saya lari dan ternyata Zahid yang menutup pintu keras-keras. Saya ketuk pintunya dan bertanya Zahid ada apa? Zahid ga mau Haura masuk kamar! Zahid ga suka Haura! Zahid terdengar sangat kesal. Saya tanya lagi, memangnya kenapa Kakak Haura? Karena..karena Haura gak bisa diem, Haura narik narik masker Zahid, nanti masker nya jadi longgar. Saya mencoba memahami perasaan Zahid dan berkata, oooh Zahid kesal ya karena merasa terganggu oleh kakak Haura. Iya, Zahid ga suka Haura, Haura autis! Saya coba menenangkan Zahid, dan memberikan sedikit pengertian.. itu kakak Haura cuma mau ikutan main sama Zahid.. maafin kakak Haura ya. Zahid masih merengut. Saya memberikan Zahid space dan mengajak Haura ke luar kamar.
Haura adalah kakak Zahid. Haura anak pertama kami, ia berkebutuhan khusus, penyandang autisme. Saya sudah sering berbincang dengan Zahid tentang kondisi kakaknya. Pelan pelan agar Zahid sedikit demi sedikit dapat memahami kondisi kakaknya. Ketika awal- awal, Zahid bertanya, autis itu apa? Sampai sekarang pun Zahid sering bertanya, kenapa Kakak Haura autis? Kenapa Zahid punya kakak autis? Autis bisa sembuh gak mi? Saya mencoba menjawab sesimpel mungkin, bahwa kakak Haura diciptakan berbeda oleh Allah. Dan Zahid pun menanyakan kembali sederet pertanyaan. Bagi Zahid yang masih belia tentu tidak mudah untuk bisa memahami kondisi kakaknya yang berperilaku berbeda. Jangankan anak kecil, banyak sekali orang dewasa awam yang juga tidak paham tentang autisme. Kami tidak memaksa Zahid untuk dapat memahami kakaknya. Dan kami berusaha untuk memahami rasa kesal, marah dan frustasinya jika diganggu oleh Haura. Misalnya tiba-tiba Haura menjenggut rambut Zahid, merebut makanannya, atau merusak mainannya secara tidak sengaja. Biasanya saya akan memvalidasi perasaan negatifnya, kemudian meminta Zahid untuk memafkan kakaknya.
Bagi saya, membangun kebiasaan komunikasi dua arah dengan Zahid adalah hal penting. Agar Zahid terbiasa sejak kecil mengutarakan perasaannya dan pandangannya.
