Zahid anakku,
Mimi menulis surat ini ketika Zahid akan masuk TK. Perasaan mimi campur aduk nak. Bahagia, karena ini langkah besar dalam hidupmu. Ini adalah langkah pertama Zahid mulai meniti ilmu di sekolah. Waktu akan cepat berlalu dan kelak mimi dan abi akan melihat engkau tumbuh dewasa dalam sekejap mata. Tugas mimi dan abi adalah menguatkan sayap-sayapmu nak, sehingga ketika tiba masanya engkau akan mampu terbang tinggi ke angkasa, meraih cita-cita dan impianmu.
Zahid anakku,
Tujuan Zahid sekolah adalah untuk menuntut ilmu, gunakanlah ilmu yang akan Zahid raih agar bermanfaat bagi orang banyak. Karena ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala hingga kita telah tiada. Namun, ingat ya nak, menuntut ilmu tidak hanya di sekolah, sampai kapanpun kita harus terus belajar, karena belajar tentang kehidupan tidak ada batasnya. Belajarlah dari lingkungan, dari orang-orang yang kita temui, dari pengalaman yang Zahid alami.
Zahid anakku,
Gunakanlah ilmu yang akan Zahid raih untuk mendapatkan ridha Allah. Ilmu setinggi apapun, tidak ada manfaatnya jika tidak diamalkan dijalan kebaikan. Tuntutlah ilmu dengan niat untuk Allah semata, bukan untuk meraih gelar atau materi. Ilmu dan amal adalah bekal Zahid untuk mencapai surgaNya. Mimi berdoa agar Zahid tumbuh menjadi pribadi yang shaleh dan bahagia. Maafkan segala kekurangan dan kesalahan mimi dan abi dalam mendidik dan membesarkanmu ya nak. Maafkan mimi yang suka marah-marah, sering tidak sabar. Mimi dan abi masih harus terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik.
Zahid anakku,
Ketika engkau membaca surat ini, mimi sudah tua dan keriput. Ingatkah dulu Zahid pernah menangis ketika mimi bilang, bahwa mimi akan tua dan meminta Zahid untuk tetap sayang dan tidak melupakan mimi. Ingatkah dulu Zahid berkata, “ ait ga mau mimi tua, ait sedih, ait sayang mimi…” sambil memeluk mimi erat. Itu adalah momen terindah dalam hidup mimi, mimi akan terus mengingatnya. Dan semoga Zahid juga selalu ingat dan merasakan, bahwa mimi sangat sayang Zahid sampai kapanpun.




