‘Mimiiii lihat ini buku yang Zahid pinjam!’ ujar Zahid yang meminta perhatian saat saya masih zoom meeting. Siang hari itu, Zahid ikut pergi bersama abinya ke perpustakaan Sekolah Tetum Bunaya untuk mengambil langsung buku yang ia pinjam. Sementara Hanna tetap dirumah. Hanna pun menyambut kedatangan Zahid dengan sangat antusias. ‘Mimii, ini buku kuciiing’, tak ketinggalan Hanna ikut mengoceh.
Pada sore hari, saya baru berkesempatan untuk bersama anak-anak. Saya mengajak Hanna membaca buku yang ia pinjam. Buku itu berkisah tentang wol yang ingin melihat dunia. Saat mendengarkan cerita, Hanna seringkali bertanya atau berkomentar, mengapa kucingnya memakai baju, mengapa gadis cilik itu memakai syal, apakah cuacanya dingin? Dan Hanna bergitu terkesima melihat gadis cilik dan kucing itu naik balon udara untuk melihat dunia. Mimiii, Hanna juga mau naik balon udara! Sahutnya antusias. Zahid yang sedang menunggu gilirannya untuk dibacakan buku, juga ikut mendengarkan. Bedanya ia berkomentar ingin jalan-jalan naik pesawat seperti gadis cilik itu 😊
Kini tiba giliran Zahid. Ia sangat bersemangat. Tak sabar ia membuka setiap halaman dari buku tersebut. Buku yang Zahid pilih berjudul, BADAI. Saya biarkan Zahid memilih halaman mana yang ingin dibacakan terlebih dahulu. Dengan sangat antusias, Zahid bilang, ‘Mimii yang ini, yang ini duluuu’ menunjuk tentang kilat dan guntur. Buku tersebut menceritakan bagaimana kilat dan guntur terjadi. Zahid menceritakan pengalamannya melihat kilat saat di perjalanan beberapa waktu yang lalu, ‘Mimiii, waktu Mimi di kantor, Zahid pergi ke Dunkin Donut sama abi, terus Zahid liat ada petir waktu di mobil, petirnya dari atas ke bawah, serem mi!’ lalu saya jelaskan menurut buku ini kilat yang Zahid lihat itu adalah cahaya balik yang dari bawah ke atas. Lalu saya tanya Zahid, apakah dia mendengar guntur? Sambil saya jelaskan perbedaan antara kilat dan guntur. Kemudian saya tanyakan kembali pada Zahid, jadi bedanya kilat dan guntur apa? Zahid pun menjawab dengan percaya diri, kalau kilat itu cahaya, kalau guntur itu suara!
Buku tersebut juga menjelaskan bagaimana terjadinya hujan, badai salju, badai di laut dan taufan. Ada bagian yang berkisah tentang badai yang menerjang sebuah pulau. Bagaimana satu keluarga meyelamatkan diri di ruang bawah tanah saat badai terjadi, mengisahkan secara detil kerusakan yang terjadi akibat badai tersebut. Zahid ketakutan dan spontan menutup telinganya, tetapi tetap meminta saya melanjutkan membaca 😊 ‘Mimiii, akhirnya selamat ga mi anaknya? Kasiaaan…’tutur Zahid. Ya, mereka sekeluarga selamat, namun rumah mereka hancur diterjang badai. Seluruh pulau itu hancur, hanya menara yang tersisa. Zahid turut sedih mendengarnya. Keseruan membaca sore hari itu berakhir saat Adzan Maghrib. Zahid dan Hanna sebetulnya masih ingin membaca, namun saya kasih pengertian bahwa kita harus sholat dulu dan bisa dilanjutkan nanti.

