Day 10: Rencana Liburan Idul Fitri

Sebetulnya keluarga kami tidak pernah merencanakan sesuatu saat Liburan Idul Fitri. Idul Fitri bukan momentum liburan, tapi momentum terhectic bagi keluarga kami. Ya, karena Asisten Rumah Tangga kami akan pulang kampung selama 1-2 bulan. Dengan tidak adanya ART, saya dan suami sangat kewalahan. Apalagi anak kami yang pertama adalah penyandang austisme yang belum mandiri. Saya harus tetap bekerja kantor (biasanya mengambil cuti selama 1-2 minggu), sambil mengurus keluarga, dengan tiga anak-anak yang super heboh, dan anak pertama yang autis, tanpa bantuan ART. Sejujurnya, liburan Idul Fitri adalah saat paling stressful bagi saya dan suami.

Bagaimana menyikapi kondisi pandemi? Kebetulan saya bekerja di Badan Kesehatan Dunia, sehingga paham betul dengan pandemi. Kami sekeluarga taat menegakkan protokol kesehatan, dan mengurangi aktivitas yang berinteraksi dengan orang lain. Kami menghindari menghadiri acara-acara keluarga, arisan atau nikahan, dsb. Saat Idul Fitri pun, kami berkunjung sebentar ke orang tua kami, tidak lama-lama dan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Akhir tahun kemarin, saat pandemi terkendali, sebelum gelombang Omicron menyerang, kami sempat liburan keluar kota. Tentunya destinasi yang kami kunjungi adalah outdoor. Alhamdulillah sejak pandemi awal tahun 2020, saya dan keluarga belum pernah terinfeksi Covid-19 (Semoga Allah terus melindungi kami).

Tinggalkan Komentar