Zahid
Untuk melatih kemampuan literasi Zahid, upaya yang saya lakukan adalah mengajak Zahid membaca buku. Biasanya saya yang membacakan buku, Zahid yang mendengarkan. Zahid sering bertanya jika mendengar kata baru yang belum ia pahami artinya. Zahid juga anak yang kritis, ia akan terus bertanya jika belum paham. Setelah membaca buku, saya sering bertanya, ‘jadi tadi ceritanya tentang apa?’ Memastikan bahwa ia mengerti apa yang ia dengar (kemampuan reseptif), juga untuk melatih kemampuan Zahid menceritakan kembali dengan Bahasa ia sendiri (kemampuan ekspresif).
Hari ini saya membacakan buku ‘Dunia Tanpa Roda’ yang dipinjam di perpustakaan sekolah. Disini, Zahid belajar bahwa dunia saat ini dikelilingi dengan berbagai mesin (yang didalamnya ada roda). Zahid juga diajak berimajinasi bagaimana dunia ini jika tidak ada roda dan tidak ada mesin sama sekali. Diakhir saya tanyakan kepada Zahid, apakah Zahid memilih dunia dengan roda atau tanpa roda. Zahid menjawab dengan pasti, “ya dengan roda dong!” Saya tanya kenapa. Zahid menjawab, “karena semua-semua kan dibuat dari mesin, nanti gimana dong kalau gak ada mesin. Zahid kan suka motor, suka main lego,” jawabnya. Lalu saya tanyakan kembali, coba Zahid menurut Zahid apakah rumah dibuat dengan mesin(roda)? Dia jawab lagi, “ya dong mi, kaca kan dibuat di pabrik”, sambil menunjuk keramik, “ini juga dibuat di pabrik, jadi pasti pakai mesin.”
Selain saya yang membacakan buku, saya juga sering mengajarkan Zahid membaca. Zahid sudah bisa membaca buku dengan kata-kata sederhana (belum begitu lancar dan masih pelan-pelan). Beberapa huruf masih tertukar (b dengan d). Karena masih suka kesulitan, Zahid sering menghindar jika saya ajak untuk latihan membaca. Zahid lebih enjoy dibacakan buku.
Apa yang perlu dikembangkan? Pertama adalah kemahiran membaca, semoga nanti ketika masuk SD, Zahid akan lebih lancar membaca. Yang kedua adalah kemampuan Bahasa ekspresif Zahid semakin berkembang. Zahid masih mengalami kesulitan ketika ingin menceritakan sesuatu yang kompleks. Semoga kedepannya kemampuan ini akan berkembang seiring dengan bertambahnya kosa kata yang ia kuasai, dan juga lebih percaya diri untuk menceritakan sesuatu di depan orang lain (selain keluarga inti).

Surat untuk Hanna
Hanna, kesayangan Mimi..
Mimi begitu bersyukur kepada Allah SWT yang telah menghadirkan seorang malaikat kecil ke dalam kehidupan Mimi, Abi, kakak Haura dan Zahid, melengkapi kebahagiaan keluarga kita. Kehadiran Hanna adalah doa Mimi yang dikabulkan oleh Allah. Masih lekat dalam ingatan Mimi saat pertama kali melihat wajah Hanna yang begitu cantik dan mungil, saat pertama kali mendekap Hanna dalam pelukan Mimi pada hari Hanna dilahirkan ke dunia. Kasih sayang mimi kepada Hanna tak akan pernah pudar ditelan zaman.
Tak terasa kini tiba saatnya Hanna memasuki satu fase dalam kehidupan Hanna, mulai sekolah, masuk TK. Hanna akan bertemu guru-guru dan teman-teman baru di sekolah! Hanna akan belajar banyak sekali hal-hal baru. Ini akan menjadi petualangan seru! Apakah Hanna masih ingat, betapa antusiasnya Hanna karena mau mulai sekolah dan hampir setiap hari bertanya, “Mimi, kapan Hanna mulai sekolah?” Sebentar lagi nak. Selamat menuntut ilmu anakku, jangan pernah putus semangat mencari ilmu ya!
Hanna, penyejuk mata mimi, anak mimi yang paling manja, yang paling lembut hatinya, yang pemberani dan berjiwa petualang, tumbuhlah menjadi anak yang bahagia. Kejarlah mimpi-mimpimu setinggi langit, kepakkan sayap-sayapmu. Jika suat saat nanti Hanna merasa ragu untuk melangkah, merasa sedih atau kesulitan ketika menghadapi cobaan dan tantangan hidup, ingatlah bahwa Mimi akan selalu ada untuk Hanna, mendukung Hanna, menguatkan Hanna, dan menemani Hanna melalui masa-masa sulit. Jangan takut membuat kesalahan, jangan takut untuk jatuh. It’s okay to fall, you can stand up again, stronger and better! Sejauh manapun kaki Hanna melangkah, Mimi akan selalu menyertai Hanna dengan doa-doa Mimi. Semoga Allah selalu melindungi Hanna, menjaga Hanna di jalan yang lurus, menjadikan Hanna pribadi yang shalehah dan berakhlak baik. I love you Hanna, always have and always will.


