Day 8: Bermain di sekolah

Hari ini, jadwal assessmen Zahid di sekolah. “Yeay, Zahid hari ini ke sekolah lho! Senang gak nak?” tanya saya kepada Zahid ketika mandi pagi. Zahid menjawab, “Zahid ngapain ke sekolah mimi?” tanya Zahid datar. “Main ke sekolah, ketemu teman-teman baru, ibu Guru.” jawab saya. Zahid kembali bertanya, “Nanti ada waktu bermain ga mi?” “Ada dong!” jawab saya. “Asiiik, jadi ada waktu belajar ada waktu bermain ya mimi! Zahid mau bawa ikan hiu paus Zahid ah!” Zahid mulai antusias. Setelah mandi, Zahid memilih sendiri baju yang mau dipakainya.

Pada siang hari kami berangkat ke sekolah Tetum Bunaya. Begitu sampai sekolah, Zahid disapa oleh seorang kakak, mencuci tangan, dan diajak untuk ke lantai 2. Saat itu, Zahid tidak mau melepas tangan saya dan minta saya untuk menemaninya. Saya mengantar Zahid ke lantai dua, dan berikan penguatan agar ia berani sendiri. Dan ternyata begitu di depan kelas, Zahid melepas sendiri genggamannya. Semangat Zahid! Seruku seraya melambaikan tangan. Mimi tunggu dibawah ya nak!

Ketika assessmen selesai, saya sedang tidak ditempat dan baru tiba di sekolah beberapa saat setelahnya. Zahid sedang bermain bersama adiknya di playground. Zahid memakai topi buatannya. Saya langsung menghampiri Zahid, waaah, Zahid buat apa, bagus banget ini. Zahid menjawab dengan antusias, Zahid bikin topi mimi! Gambar apa ini nak? Zahid menjelaskan gambar di topinya, ini paus biru, bunga, ular, burung elang, harimau.

Zahid terlihat begitu bahagia bermain disekolah, ketika saya ajak pulang Zahid tidak mau. Saya katakan, kita bisa kesini lagi besok-besok! Kemudian membujuknya untuk ke perpustakaan mengambil buku lalu pulang. Diperjalanan pulang, saya tanya, Zahid ceritakan dong tapi ngapain aja? Zahid senang tidak? Zahid menjawab, bernyayi, bermain bola, menggambar, membuat topi. Zahid pun menjawab ia senang karena ketemu teman baru. Ia bilang ada tiga temannya, namun ketika ditanyakan namanya, Zahid lupa. Begitulah kegiatan hari ini di sekolah. Zahid sepertinya excited akan masuk sekolah! Semoga pandemi lekas berlalu, dan bisa mulai tatap muka lagi. Meskipun hanya 1 hari seminggu, Zahid akan bahagia tentunya.

Day 7: Menu Makan

“Ting ting ting, restoran Mimi dibuka! Saatnya makan siang!” Ini salah satu cara saya agar membuat waktu makan menjadi menyenangkan. “Menu hari ini adalah tumis kangkung, udang dan buah naga!” “Asiiik kangkung!!” seru Zahid. Alhamdulillah, Zahid tergolong anak yang mudah untuk makan sayur. Setiap harinya, saya menyediakan setidaknya satu jenis sayuran. Favorit Zahid adalah brokoli, kangkung, dan timun. Baru baru ini, Zahid sangat suka seledri, jika makan sayur sop, yang pertama dicari adalah daun seledrinya. Sayuran lain seperti daun kelor, bayam, wortel, buncis, kembang kol Zahid bisa makan, meskipun bukan favoritnya.

Saya ingat dulu ketika pertama kali mengenalkan Zahid pada brokoli, ia bilang itu adalah sayuran pohon, karena bentuknya seperti pohon ^__^ Saya cerita bahwa brokoli itu salah satu makanan superfood karena mengandung banyak sekali vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Kalau makan brokoli, tubuh jadi kuat! Ini sepertinya melekat sekali di memori Zahid, dia suka brokoli sejak saat itu.

Selain sayuran, saya menyediakan protein berbeda beda setiap harinya, seperti daging ayam, daging sapi, ikan, udang dan telur. Zahid suka dengan semuanya! Namun Zahid sama sekali tidak suka tahu dan tempe! Favorit Zahid adalah daging sapi. Mungkin karena ketika mengandung Zahid, saya mengkonsumsi banyak daging sapi karena kekurangan zat besi kala itu. Saya sering ceritakan manfaat protein bagi tubuh, “tubuh perlu protein untuk tumbuh, Zahid. Nah makanan yang mengandung banyak protein itu ada di daging, ikan, telur. Jadi kalau mau cepat besar, harus banyak makan daging, ikan dan telur.” “Zahid mau cepet besar mi, Zahid mau kuat kaya harimau!” celetuk Zahid.

Selain menanamkan pentingnya makan makanan sehat, saya juga mengajarkan tentang makanan yang kurang sehat, seperti permen, es krim, minum-minuman manis yang mengandung gula tinggi, dsb. Kami punya kesepakatan dengan Zahid, bahwa ia boleh makan es krim dan lollipop hanya setiap hari Sabtu. Terkadang Zahid complain dan bilang, “Zahid bosan makanan sehat terus! Zahid mau makanan enak (maksudnya permen, es krim, minuman manis dsb). Kenapa Zahid ga boleh.” Biasanya saya katakan boleh kok namun tidak boleh terlalu banyak.

Saya meyakini pola makan anak sejak kecil akan membentuk pola makannya ketika dewasa. Oleh karena itu, penting bagi saya untuk membentuk pola makan yang sehat bagi Zahid sedini mungkin.

Day 6: Bincang Hari Ini

Siang tadi saat di dapur saya dikejutkan oleh suara pintu dibanting. Bergegas saya lari dan ternyata Zahid yang menutup pintu keras-keras. Saya ketuk pintunya dan bertanya Zahid ada apa? Zahid ga mau Haura masuk kamar! Zahid ga suka Haura! Zahid terdengar sangat kesal. Saya tanya lagi, memangnya kenapa Kakak Haura? Karena..karena Haura gak bisa diem, Haura narik narik masker Zahid, nanti masker nya jadi longgar. Saya mencoba memahami perasaan Zahid dan berkata, oooh Zahid kesal ya karena merasa terganggu oleh kakak Haura. Iya, Zahid ga suka Haura, Haura autis! Saya coba menenangkan Zahid, dan memberikan sedikit pengertian.. itu kakak Haura cuma mau ikutan main sama Zahid.. maafin kakak Haura ya. Zahid masih merengut. Saya memberikan Zahid space dan mengajak Haura ke luar kamar.

Haura adalah kakak Zahid. Haura anak pertama kami, ia berkebutuhan khusus, penyandang autisme. Saya sudah sering berbincang dengan Zahid tentang kondisi kakaknya. Pelan pelan agar Zahid sedikit demi sedikit dapat memahami kondisi kakaknya. Ketika awal- awal, Zahid bertanya, autis itu apa? Sampai sekarang pun Zahid sering bertanya, kenapa Kakak Haura autis? Kenapa Zahid punya kakak autis? Autis bisa sembuh gak mi? Saya mencoba menjawab sesimpel mungkin, bahwa kakak Haura diciptakan berbeda oleh Allah. Dan Zahid pun menanyakan kembali sederet pertanyaan. Bagi Zahid yang masih belia tentu tidak mudah untuk bisa memahami kondisi kakaknya yang berperilaku berbeda. Jangankan anak kecil, banyak sekali orang dewasa awam yang juga tidak paham tentang autisme. Kami tidak memaksa Zahid untuk dapat memahami kakaknya. Dan kami berusaha untuk memahami rasa kesal, marah dan frustasinya jika diganggu oleh Haura. Misalnya tiba-tiba Haura menjenggut rambut Zahid, merebut makanannya, atau merusak mainannya secara tidak sengaja. Biasanya saya akan memvalidasi perasaan negatifnya, kemudian meminta Zahid untuk memafkan kakaknya.

Bagi saya, membangun kebiasaan komunikasi dua arah dengan Zahid adalah hal penting. Agar Zahid terbiasa sejak kecil mengutarakan perasaannya dan pandangannya.

Day 5: Buku (2)

Aktivitas membaca buku adalah salah satu cara saya untuk bonding dengan Zahid. Juga momen yang spesial karena pada saat membaca buku, saya bisa menggali lebih dalam tentang interestnya Zahid, apa yang ia rasakan, dan kita bisa saling berdialog, bertukar pandangan dan mengambil pelajaran dari cerita atau fakta yang kita baca.

Pada malam ini, seperti biasa Zahid memilih buku ensiklopedia tentang binatang. Saya tanya, “kenapa Zahid kok sangat suka dengan binatang?” Zahid menjawab, “karena binatang itu keren mi!” Keren bagaimana, saya lanjut tanya. Zahid memberikan contoh “harimau itu keren karena dia kuat, bisa lompat tinggi terus burung elang bisa terbang cepet banget!”

Berhubung Zahid adalah anak yang gemar bertanya dan besar rasa ingin taunya, ketika membaca buku, saya harus siap-siap membrowsing google atau you tube untuk bisa menjawab pertanyaan Zahid. Contohnya, dia bertanya kenapa serigala itu melolong, serigala asalnya dari mana dll.

Ketika membaca tentang burung pelatuk yang menghabiskan waktu berjam jam untuk mematuk batang pohon agar dapat memakan larva yang terdapat di batang pohon, saya sampaikan pelajaran tentang perlunya kesabaran dan kegigihan untuk mendapatkan sesuatu. “Wah, burung pelatuk sabar banget ya! Dia mematuk batang pohon selama berjam jam agar bisa makan!” Coba kalau dia gak sabar, dia ga dapat makanannya deh! Dan Zahid pun menyeletuk, “iya deh Zahid juga mau sabar kaya burung pelatuk.”

Begitulah gambaran ketika saya dan Zahid membaca buku bersama-sama. Seru! Dan tidak hanya Zahid yang belajar, tetapi saya juga ikut belajar tentang banyak hal baru. Selain menambah ilmu dan wawasan, aktivitas membaca buku juga membuat kami lebih dekat.

Day 4: Buku

Ketika dulu saya kecil, saya pernah berkesempatan tinggal di luar negeri. Saya begitu takjub dan terkesima dengan perpustakaan disana, Carnegie Library. Perpustakaan megah dengan baaaaanyak koleksi buku. Pertama kali dalam hidup saya melihat buku sebanyak itu! Disitulah saya mulai menyukai buku dan perpustakaan.

Saya ingin Zahid menyukai buku karena buku adalah jendela ilmu. Sejak kecil saya sering membacakan buku cerita untuk Zahid, dan sering mengajak Zahid ke toko buku dan perpustakaan di RPTRA.

Seiring dengan bertumbuhnya Zahid, kini ia sudah punya selera sendiri buku yang ia suka. Sekarang Zahid tidak terlalu excited dengan buku cerita, Zahid lebih menyukai ensiklopedia. Zahid sangat suka ensiklopedia tentang dinosaurus, binatang, bumi, luar angkasa, dan tubuh manusia. Ketika membacakan buku untuk Zahid, Zahid sering bertanya, apa dan kenapa.

Akhir pekan lalu, saya mengajak Zahid ke perpustakaan nasional. Sebetulnya sudah lama saya ingin mengajak Zahid kesana, namun baru terlaksana. Zahid sangat excited, ini pengalaman pertamanya ke perpustakaan besar! Di bagian anak, ruangannya cukup besar dan koleksi bukuya lumayan banyak. As expected, Zahid langsung berlari ke rak buku buku tentang dinosaurus dan binatang. Setelah membaca buku, saya menunjukkan Zahid bola dunia dan memperkenalkan negara negara yang ada di dunia. Hal ini untuk menjawab keingintahuan Zahid tentang negara asal berbagai binatang.

Hari ini ketika diberi tugas untuk memilih buku di perpustakaan online Tetum Bunaya, kami mengajak Zahid untuk memilih sendiri buku yang mau ia pinjam. Namun, wajahnya sedikit murung, saya tanya kenapa. Zahid menjawab, “Zahid ga suka buku-bukunya, ga ada ensiklopedia.”

Saya tetap encourage Zahid untuk memilih satu saja buku yang paling menarik diantara pilihan yang tersedia, dan Zahid menjatuhkan pilihannya.

Day 3: Buah Buahan

Buah-buahan! Favorit kami sekeluarga. Hampir setiap hari saya selalu menyediakan buah-buahan untuk keluarga. Zahid sejak kecil terbiasa makan buah setiap hari, bahkan MPASI pertamanya adalah alpukat.

Karena kami orangtuanya terbiasa makan buah setiap hari, Zahid tentu mencontoh kebiasaan kami. Zahid seringkali juga ikut setiap kami belanja buah ke toko buah dekat rumah, dan Zahid biasanya akan memilih sendiri buah kesukaannya.

Di rumah kakek dan nenek Zahid, terdapat berbagai macam pohon buah-buahan seperti pohon rambutan dan sirsak. Pada saat musim rambutan tiba, Zahid suka ikut kakeknya memetik buah rambutan. Beberapa hari yang lalu, Zahid cerita ke saya bahwa buah sirsak dirumah kakek sudah matang. Hari ini kakek membawa buah sirsak tersebut kerumah. Saya mengajak Zahid dan adiknya untuk membuat jus sirsak.

Zahid adalah anak yang curious, dan suka mencoba hal-hal baru. Segala jenis buah, Zahid sudah pernah mencoba. Dari mulai apel, pir, jeruk, mangga, semangka, melon, pisang, anggur, buah naga, nanas, salak, manggis, dukuh, belimbing, markisa, jambu air, jambu biji, strawberry, lychee, rambutan, lengkeng, sampai durian. Pernah suatu waktu Zahid melihat gambar buah delima dibuku dan sangat ingin mencobanya. Kami mencoba mencari ke berbagai tempat namun belum ketemu.

Selain makan buah secara utuh, Zahid juga suka berbagai hidangan buah seperti salad buah dan jus buah. Bahkan Zahid suka bereksperimen dan suka membuat es krim buah sendiri, seperti es krim mangga dan es krim strawberry.

Dalam berbagai kesempatan, saya sering cerita bahwa buah mengandung serat dan vitamin yang diperlukan tubuh. Dengan memakan buah, tubuh akan sehat dan kuat, tidak mudah sakit. Mengetahui hal ini, Zahid semakin semangat makan buah sehari hari.

Day 2: Selasa 8 Juni 2021 Ibadah

Sedari kecil Zahid sudah kami perkenalkan untuk shalat. Sebagai anak lelaki, kelak ia wajib untuk shalat lima waktu di masjid. Alhamdulillah Zahid memiliki Abi yang selalu konsisten menjaga shalat 5 waktu di masjid. Dengan melihat abinya selalu pergi ke masjid setiap mendengar adzan, Zahid tertanamkan value bahwa adzan adalah waktunya untuk shalat, dan bagi lelaki wajib untuk shalat di masjid. Terkadang, justru Zahid yang mengingatkan abinya, misalnya ketika mendengar azan dan abinya belum bergegas untuk berangkat ke masjid.

Sejak kecil, Zahid sering diajak abinya untuk shalat. Terlebih dahulu kami tinggal di rumah yang sangat dekat jaraknya dengan masjid. Di masa pandemi ini, intensitas Zahid untuk shalat di masjid bersama abinya, kami kurangi. Namun di rumah Zahid tetap diajarkan untuk shalat. Biasanya saya mengajak Zahid shalat maghrib bersama.

Hari ini, saya mengajak Zahid shalat Isya. Zahid sudah hafal Al Fatihah dan beberapa surat pendek. Setelah shalat, Zahid saya ajarkan untuk berdoa, doa dalam bahasa Arab, dan doa dalam bahasa Indonesia. Semoga kelak Zahid tumbuh menjadi anak yang shaleh dan semoga kami orang tuanya konsisten memberikan contoh yang baik..

Day 1 : Senin 7 Juni 2021 Aktivitas Hari Ini

Hari ini, tidak ada aktivitas spesial yamg lain dari hari biasanya. Bangun tidur, Zahid dibimbing untuk merapikan tempat tidurnya kemudian belajar mandi sendiri. Zahid baru saja disunat 1 bulan yang lalu dan masih agak rewel ketika mandi.

Setelah mandi, Zahid ke ruang makan untuk sarapan. Makanan telah disiapkan dan Zahid di bimbing untuk makan sendiri. Ya, kami masih terus melatih kemandirian Zahid, ia belum konsisten betul makan sendiri dengan tertib di meja makan.

Pagi ini, Zahid ingin menggoreng telur. Akhir-akhir ini memang Zahid suka membantu masak di dapur. Ketika turut membantu memasak, ada kebangaan tersendiri yang ia rasakan. Hal ini juga membangun rasa percaya dirinya ketika ia berhasil membuat sesuatu. Saya bantu nyalakan kompor, dan menuangkan telur ke penggorengan. Sementara Zahid menabur sedikit garam lalu membalik telurnya. Setelah matang, ia dengan senang menyantap telur yang ia turut bantu untuk menggorengnya.

Berhubung jadwal pekerjaan saya yang padat, hari ini saya tidak mengajak Zahid jalan-jalan pagi atau jalan- jalan sore seperti yang biasanya saya lakukan ketika ada waktu luang di pagi atau sore hari. Biasanya kami jalan pagi atau bersepeda di sekitar Setu Babakan agar Zahid serta kakak dan adiknya melakukan aktivitas outdoor dan terpapar sinar matahari yang menyehatkan.

Saya bertemu Zahid lagi pada waktu siang hari, saya siapkan makan siang dan mengajak Zahid untuk sholat Dzuhur bersama abinya. Pada malam hari, saya bacakan buku yang kami dapatkan dari Perpustakaan Nasional pada saat hari Sabtu yang lalu. Dan mengakhiri malam dengan membaca doa sebelum tidur. Demikian aktivitas hari ini bersama Zahid. Semoga hari hari kedepannya akan lebih baik lagi.